Ducati Masih Percaya Kemampuan Francesco Bagnaia

Admin


GPMandalika - Kendati tak menutupi kekecewaan akan raihan nol poin Francesco Bagnaia di MotoGP Prancis, General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna, tetap menegaskan dukungannya untuk sang pembalap.

Datang ke Le Mans berbekal kemenangan pada seri Jerez, Bagnaia menjadi salah satu favorit pemenang balapan akhir pekan lalu. Apalagi, pengguna nomor #63 itu memulai perlombaan dari pole position.

Sempat kehilangan posisi pertama, Bagnaia berhasil mengambil alih urutan terdepan saat melewati rekan setim Jack Miller pada Lap 3. Memegang kendali penuh jalannya balapan, Enea Bastiani muncul sebagai rival mulai Lap 12.

Pada awalnya, Pecco mampu mengatasi tekanan La Bestia. Namun, sebuah kesalahan dilakukannya ketika memasuki Lap 21. Tak hanya kehilangan peluang podium, Italiano juga harus mengakui keunggulan kompatriotnya.

“Senyum berseri-seri untuk kemenangan luar biasa ketiga Bastianini di atas Ducati yang terus menunjukkan semua kekuatan dan kecepatannya,” kata Dall’Igna mengutip laman resmi Ducati.

“Dan penyesalan yang sangat besar harus melihat podium "merah" memudar dengan tersingkirnya, Bagnaia, dengan poin berharga untuk kejuaraan dunia terbuang sia-sia.”

Bagnaia kini bertengger pada peringkat ketujuh klasemen sementara, mengantongi 56 poin serta berjarak 38 angka dari Bastianini, yang menduduki urutan kedua. Meski terpaut cukup jauh, Dall’Igna masih optimistis.

Pria Italia itu tak meragukan kemampuan Pecco dalam mengejar ketertinggalan. Dia juga yakin pembalapnya sudah mengambil pelajaran penting serta berharga, untuk diubah menjadi motivasi ekstra menghadapi race berikutnya.

“Ya, balapan ini layak dibingkai, dalam duel Ducati di antara para pembalap kami,” ucap Dall’Igna.

“Kepuasan besar yang diberikan kepada kami oleh Bastianini yang luar biasa, serta tempat kedua Miller yang luar biasa.

“Sayangnya, meski pikiran kami jelas tertuju pada tergelincirnya Bagnaia yang membuat balapannya berakhir, salah satu yang pasti menjadi tantangan dalam perebutan gelar, bagaimanapun tetap luas dan terbuka lebar.

“Tidak banyak lagi yang bisa ditambahkan. Pecco memiliki bakat dan kecerdasan. Dia akan memanfaatkan pengalaman di Le Mans ini sebaik mungkin, dengan dukungan penuh kami tentunya.”

Balapan kandang di Mugello akhir pekan depan, diyakini memberikan motivasi ekstra bagi kubu pabrikan Borgo Panigale.

Ducati mengoleksi kemenangan dalam putaran MotoGP Italia pada 2017 (Andrea Dovizioso), Jorge Lorenzo (2018), serta 2019 (Danilo Petrucci).

Namun, sebaliknya Bagnaia memiliki catatan kurang bagus dari dua kali penampilannya ketika berlomba di trek Mugello. Sejak debut kelas premier musim 2019, Pecco gagal finis pada 2019 dan 2021.

“Seiring merayakan dengan Enea dan kerja hebat Tim Gresini, kami segera membuka lembaran baru dan memikirkan GP berikutnya,” ucap Dall’Igna.

“(Kami) sepenuhnya sadar punya motor yang sangat bagus dan itu memberi kami semua kepuasan yang kami harapkan.”

Seri kedelapan MotoGP Italia akan digelar pada 27-29 Mei 2022./*

Komentar