Jadi Motor Lambat, Evolusi Ducati Desmosedici Rela Korbankan Kekuatan Top Speed Motornya

Admin

GPMandalika
- Ducati kali pertama turun di MotoGP pada 2003 dengan mengandalkan Desmosedici GP3 yang saat itu digeber Loris Capirossi dan Troy Bayliss.

Selama hampir 20 tahun turun di MotoGP, sudah banyak yang dikembangkan para insinyur di Borgo Panigale, Bologna, Italia, terhadap Ducati Desmosedici GP.

Model yang dipakai di MotoGP 2022, Ducati Desmosedici GP22, bisa dibilang sebagai motor yang paling balans sepanjang 19 tahun perjalanan Desmosedici di kelas premier.

Sejumlah kemenangan dan finis podium musim ini di beberapa trek yang sebelumnya ditakuti Ducati, menjadi bukti betapa stabil dan seimbangnya Desmosedici GP22 saat ini.

Pun begitu, ada sisi buruk lain yang mengiringi makin balansnya Desmosedici GP sekarang. Kini, tidak ada lagi sirkuit yang benar-benar favorit bagi Ducati. Lalu, superioritas Ducati dari sisi top speed juga tinggal cerita masa lalu.  

“Sekarang, tidak ada lagi sirkuit yang benar-benar milik Ducati. Semua tinggal sejarah,” kata Jack Miller, salah satu pembalap tim pabrikan Ducati Lenovo.

Di sirkuit-sirkuit yang selama ini menjadi favorit Ducati seperti Mugello (GP Italia) dan Barcelona (GP Catalunya), Miller terlihat kesulitan. Sebaliknya di Sachsenring (GP Jerman). Saat kondisi berangin, pembalap asal Australia itu justru mampu finis di podium ketiga.

“Mugello dan Barcelona adalah beberapa sirkuit yang menyulitkan saya. Sementara, Sachsenring selalu menjadi salah satu sirkuit favorit saya,” ujar Miller yang musim ini sudah merebut tiga podium dan berada di P7 klasemen sementara.

“Dulu, Sachsenring menjadi masalah bagi kami (Ducati). Tetapi jika pembalap mampu menyelaraskan semua faktor dengan sirkuit, ia pasti bakal memiliki sesuatu yang lebih. Itulah yang terjadi pada saya di Sachsenring.”

Selain tim Ducati Lenovo, pembalap lain yang memakai Ducati Desmosedici GP22 musim ini adalah Jorge Martin (Prima Pramac Racing). Menurut Martin, untuk kecepatan tikungan, GP22 lebih baik dibanding model tahun lalu.

Pembalap asal Spanyol tersebut mengungkapkan bila Ducati masih motor yang agresif. Pun demikian, Rookie of The Year MotoGP 2021 itu juga menyoroti kelemahan Ducati.

“Ducati masih menjadi motor yang menuntut fisik prima pembalap. Namun, motor baru ini (GP22) lebih kuat di trek-trek seperti Sachsenring,” kata Martin yang musim ini sudah dua kali naik podium kedua.

“Jika Anda mampu meningkatkan performa motor di sirkuit yang sebelumnya sulit, pada saat yang sama Anda akan kehilangan sesuatu di trek yang sebelumnya Anda kuat.”

“Saat ini Ducati lebih konsisten di semua jenis trek. Tetapi kini tidak ada lagi sirkuit yang benar-benar ‘milik’ Ducati. Kami kini cepat di semua lintasan.

“Di sisi lain, kami juga kehilangan superioritas di lintasan lurus yang kami kuasai bertahun-tahun. Itu memang menjadi kasus tersendiri. Yang pasti, kami kini juga mampu bersaing merebut podium di trek-trek yang sebelumnya menyulitkan bagi Ducati.”

Komentar