Yamaha Klaim Masih Unggul atas Ducati di Tikungan

Admin


GPMandalika - Performa impresif juara dunia Fabio Quartararo dalam beberapa balapan terakhir membuktikan bila Yamaha YZR-M1 menjadi motor terbaik di grid MotoGP saat ini.

Melihat hasil dua balapan terakhir di Mugello (Italia) dan Barcelona (Spanyol), pembalap Tim Monster Energy Yamaha MotoGP tersebut tidak menyembunyikan optimismenya untuk mempertahankan gelar.

Meskipun, Ducati dan Aprilia kerap kali mampu memaksa pembalap asal Prancis itu mengeluarkan lebih dari batas kemampuannya. Faktanya, Quartararo tetap berhasil memberi hasil jauh di atas ekspektasi, terlepas dari kegagalan finis maupun kesalahan para rival.

El Diablo mampu masing-masing finis di podium kedua MotoGP Italia dan MotoGP Catalunya. Jika ditarik ke belakang, Quartararo mulai bangkit saat rangkaian balapan di Eropa dimulai di Sirkuit Algarve, Portugal.

Setelah memenangi MotoGP Portugal, Quartararo mampu mengambil alih pimpinan klasemen. Sejak saat itu, dalam lima balapan berikutnya, ia tampil sangat impresif – di antaranya merebut dua kemenangan dan dua finis P2 – dengan hasil terburuk hanya finis P4 (MotoGP Prancis).

Kemenangan di Circuit de Barcelona-Catalunya, Minggu (5/6/2022) lalu, membuat Quartararo memperlebar gap signifikan. Kini, ia unggul 22 poin atas Aleix Espargaro (Aprilia Racing), 53 angka atas Enea Bastianini (Gresini Racing) di P2 dan P3.

Sementara, pembalap yang disebut-sebut rival paling serius, Francesco “Pecco” Bagnaia (Ducati Lenovo), tergelincir ke posisi kelima dengan gap hingga 66 poin.

Meskipun Yamaha YZR-M1 kalah dari sisi top speed, seluruh paddock saat ini yakin bila El Diablo kini menjadi favorit utama untuk menjadi juara dunia. Ia juga menjadi pembalap paling konsisten di grid MotoGP sampai menjelang paruh pertama musim 2022 ini.

Team Director Monster Energy Yamaha MotoGP Massimo Meregalli pun mengakui bila Quartararo memang pembalap terbaik di kelas premier saat ini.

“Kami hanya kehilangan (Franco) Morbidelli. Tidak ada yang kami harapkan lebih baik daripada perpanjangan kontrak Quartararo (sampai akhir 2024) dan sponsor Monster Energy,” ucap Meregalli.

“Di Catalunya dan Mugello, kami sebetulnya hanya berpikir untuk meminimalisasi kekalahan daripada merebut poin. Namun, saat ini determinasi Quartararo sangat tinggi. Ia percaya dengan motor yang kami berikan kepadanya.”

Meregalli menjelaskan, paket rival terberat Yamaha, Ducati Desmosedici GP22, memang sangat komplet. Tidak hanya memiliki top speed bagus, Desmosedici juga sangat stabil saat pengereman dan cepat melibas tikungan.

“Saya kira kami masih sedikit lebih unggul daripada mereka di tikungan. Tetapi, keunggulan kami itu memang cenderung menurun. Ducati saat ini lebih mudah dikendalikan dan para pembalap mereka sangat cepat,” tutur Meregalli.

“Motor kami juga bagus saat pengereman keras. Kami juga masih stabil saat melibas tikungan cepat dan performa juga stabil.

“Lalu, Aprilia juga bagus bersama Aleix Espargaro. Pekerjaan mereka luar biasa. Saya yakin mereka akan menyelesaikan musim di posisi atas. Tahun lalu, mereka membuat kemajuan dari sisi konsistensi. Tetapi, tahun ini mereka lebih baik daripada sekadar konsisten.”/*

Komentar