Jika Ingin Juara, Max Biaggi Ingatkan Aleix Espargaro untuk Kurangi Kesalahan

Admin

GPMandalika
- Aleix Espargaro boleh disebut sebagai pembalap sensasional pada MotoGP 2022. Max Biaggi meminta pembalap Aprilia Racing itu untuk memaksimalkan momentum terpenting dalam kariernya.

Rider Spanyol tersebut membuat mata penggemar balap motor premier itu terbelalak. Dari bukan siapa-siapa musim lalu, dia menjadi penantang juara dunia sekarang.

Di tangan pawangnya, RS-GP menjadi motor tahan banting dan konsisten dari sisi kecepatan. Espargaro mencuri dua pole position, salah satu dikonversi jadi kemenangan MotoGP Argentina. Ia pun memborong podium ketiga dalam empat balapan beruntun.

Dalam balapan di Sirkuit Assen, Belanda, Espargaro tergelincir ke urutan 15 gegara insiden Fabio Quartararo. Perlahan tapi pasti, ia merangkak hingga urutan keenam sebelum melancarkan Overtaking of the Year terhadap Brad Binder dan Jack Miller.

Legenda MotoGP yang merayakan ulang tahun ke-51, dalam balapan tersebut, menjadi saksi bagaimana kerja keras dan kenekatan Espargaro merebut posisi keempat. Menurutnya, itu seperti sebuah pembalasan atas blunder di Barcelona.

Ketika itu, pembalap 32 tahun tersebut mampu menjaga pole position dan konsisten di zona podium. Ia melakukan selebrasi padahal balapan belum usai. Akibatnya, Espargaro harus puas finis P5.

“Pada kesempatan ini, keberuntungan membayar lagi sedikit apa yang hilang di Barcelona, ketika dia berhenti satu lap lebih cepat. Sekarang, dengan insiden Fabio, semua menjadi impas. Ada beberapa poin yang memisahkan mereka, sekarang lebih dekat,” tutur Biaggi dikutip dari GPOne.com.

“Bagaimana pun, kami baru setengah perjalanan di Kejuaraan Dunia. Jalan masih panjang. Dia beruntung motor tidak rusak, tapi dia mampu menjaga pace cepat. Tanpa insiden, dia mungkin bisa bertarung untuk menang.”

Biaggi angkat topi terhadap pabrikan Noale dan kemajuan prestasi kakak Pol Espargaro musim ini. Ia mengingatkan agar pembalap tertua ketua di grid MotoGP 2022 tersebut bisa mengeliminir kesalahan.

“Moral Aleix dan Aprilia belum pernah setinggi ini. Dan sebelumnya, belum pernah menemukan mereka dalam posisi bertarung untuk titel. Aleix mengalami momen paling penting dalam hidupnya di MotoGP,” ucapnya.

“Dia memiliki mimpi di kepala, menjadi lebih dan lebih mungkin. Pada poin ini, semua harus bekerja membuat kesalahan sesedikit mungkin.”


Komentar