Grip Kecil Jadi Problem Serius bagi Fabio Quartararo

Admin


GPMandalika - Fabio Quartararo tertinggal hampir 1 detik dari Aleix Espargaro yang mencatat waktu lap tercepat dari dua sesi latihan bebas (FP) MotoGP Catalunya, Jumat (3/6/2022) sore.

Hanya sehari setelah memperpanjang kontrak sampai akhir MotoGP 2024, Fabio Quartararo justru menuai hasil buruk di dua sesi FP MotoGP Catalunya.

Dari waktu kombinasi, pembalap tim pabrikan Monster Energy Yamaha MotoGP itu hanya finis di P9 combied practice, satu tingkat di atas rekan setimnya, Franco Morbidelli.

Para pembalap tim pabrikan Aprilia Racing menggila pada FP2 ini setelah Aleix Espargaro dan Maverick Vinales mampu menempati posisi 1-2 waktu kombinasi. Espargaro menembus waktu lap 1 menit 39,402 detik dan unggul 0,303 detik atas Vinales.

Sementara, Quartararo tertinggal 0,721 detik dari Aprilia RS-GP geberan Aleix Espargaro. Usai FP2, juara dunia MotoGP tersebut mengaku hasil latihan bebas sangat buruk. Meskipun, ia mengakui ada beberapa motor yang mampu beradaptasi bagus dengan kondisi ini.

“Jujur, kondisi trek tidak bagus,” ucap pembalap asal Prancis berusia 23 tahun tersebut, seperti dikutip Speedweek.com.

“Saat memakai ban baru, seharusnya Anda mampu berkembang signifikan (baik kecepatan maupun waktu lap) baik itu dalam cuaca dingin atau panas. Tetapi ini sangat buruk.”

Quartararo berharap kondisi lintasan Sirkuit Catalunya membaik saat FP3 dilangsungkan pada Sabtu (4/6/2022) pagi. Banyaknya sisa ban di lintasan diharapkan mampu meningkatkan grip pada Yamaha YZR-M1 untuk menghadapi sejumlah sesi pada Sabtu.

“Kami sangat mengharapkan itu (grip meningkat) karena benar-benar bermasalah dengan grip yang rendah,” tutur Quartararo.

“Saat para pembalap Aprilia sangat cepat, seperti yang terjadi di Argentina, kami justru bermasalah. Di FP2, kecepatan saya antara 0,6 sampai 0,7 detik lebih lambat daripada Aleix Espargaro.”

Quartararo menjelaskan, dalam kondisi grip kecil seperti yang terjadi pada FP2 di Catalunya, seorang pembalap bisa merasakan benar apakah dirinya lambat atau tidak. Untuk kasus Quartararo, ia merasa benar-benar tidak mampu meningkatkan kecepatan.

“Di tikungan 3, 4, dan 9, saya membuka gas saat keluar tikungan dan langsung kesulitan karena ban belakang berputar terlalu kencang. Mau tidak mau, saya harus mengontrolnya. Saya mengendarai M1 dengan bagus tetapi memang sangat lambat,” katanya.

Lebih jauh pemimpin klasemen sementara MotoGP tersebut juga menduga kecepatan impresif yang ditunjukan Morbidelli pada FP1 – yang kontras dengan torehannya sejauh musim ini berjalan – sedikit banyak dipengaruhi kecilnya grip.

“Catalunya ini tipe trek yang butuh waktu cukup lama untuk mendapatkan grip. Tanpa grip bagus, saya tidak mampu membuat waktu lap bagus,” ucap El Diablo.

“Tanpa grip bagus, saya selalu bermasalah setiap kali membuka gas. Ujungnya, saya tertinggal sepersekian detik di sini, di sana, hingga akhirnya terpaut hampir satu detik dari Aleix Espargaro.”

Di sisi lain Fabio Quartararo juga tahu bila grip di Catalunya meningkat, lintasan juga bakal makin abrasif buat ban. Kendati begitu, bukan masalah tyre wear – untuk lomba berdurasi 24 lap – yang dikhawatirkan El Diablo saat grip sudah membaik di Catalunya.

“Masalah utama kami di Catalunya saat ini adalah tidak mampu cepat tetapi ban juga habis. Saya tidak takut ban habis sepanjang mampu cepat. Saya hanya khawatir karena kami tidak bisa cepat. Sementara, Aleix Espargaro benar-benar cepat dan saya rasa hampir 0,5 detik lebih cepat daripada kami,” ucap Fabio Quartararo./*

Komentar