Di Giannantonio Beri Peringatan kepada Alex Marquez

Admin

GPMandalika
- Fabio Di Giannantonio tak keberatan ditandemkan dengan Alex Marquez untuk MotoGP 2023. Namun, rookie Gresini Racing itu punya satu permintaan terhadap rekan barunya.

Skuad Italia akhirnya mengumumkan line-up untuk musim depan. Mereka dengan sukarela melepaskan Enea Bastianini, yang dirumorkan bakal jadi kandidat pilot Ducati Corse.

Secara mengejutkan, mereka menarik adik Marc Marquez tersebut. Padahal sebelumnya, Miguel Oliveira mengaku sedang dalam pembicaraan dengan Gresini Racing.

Pembalap yang akrab disapa dengan Diggia itu berharap bisa bahu-membahu membangun harmoni bersama Marquez dan saling mendorong demi kesuksesan bersama.

“Saya akan merindukan Enea. Kami punya hubungan sangat baik satu sama lain. Kami sudah kenal sejak lama. Tapi, tentu saja itu akan jadi langkah bagus untuknya,” ujarnya dilansir Speedweek.com.

“Alex baik juga. Hubungan saya dengannya juga baik. Saya hanya berharap ketika Alex tiba dalam tim,  dia tidak akan mencoba mengubah cara kerja tim ini.

“Kami (Di Giannantonio dan Bastianini) bicara tentang semua, membandingkan feeling dan data kami. Itu adalah hal yang bagus, karena Anda menjadi lebih kuat bersama.”

Marquez pasti butuh adaptasi karena pindah dari LCR, yang kental dengan budaya Honda Racing. Ia pun bakal ganti motor dari RC213V yang sulit ditaklukkan selama tiga tahun, menjadi Desmosedici GP. Oleh karena itu, Gresini Racing perlu mengakomodir perubahan drastis tersebut.

Mengenai balapannya di MotoGP Belanda, pembalap Italia tersebut mengeluhkan kinerja ban Michelin. Ia memulai dari P15 dan sempat berjuang di 10 besar.

Hanya saja, upayanya gagal karena ban bergoyang-goyang. Kendala itu tentu membuatnya sangat kesal.

“Balapan seperti ini. Itu adalah akhir pekan dengan kondisi campuran untuk kami . Meski hujan pada Jumat tidak mudah bagi kami. Saat balapan, saya merasa lebih baik di atas motor, terutama saat awal,” ucapnya.

“Saya tidak tampil buruk, bahkan sempat berada di peringkat ke-10. Sayang sekali, saya merasakan getaran aneh di ban depan setelah itu, yang mana sangat sulit untuk berkendara. Dalam tujuh atau delapan lap, motor sangat sulit dikendarai.

“Sungguh mengganggu. Kami tidak jauh dari 10 besar. Tanpa vibrasi ini, saya bisa bertarung lebih banyak lagi. Saya pastinya dapat sedikit lebih cepat, itu pasti akan menyenangkan.”

Ia mencoba tancap gas dengan harapan bisa menyalip lawan yang mengurangi kecepatan. Namun, -upayanya gagal.

“Sayang sekali, saya masih belum bisa mengatasi vibrasi. Hujan seharusnya jadi kesempatan kami untuk maju jauh ke depan,” ia mengungkapkan.


Komentar