Aleix Espargaro: Fabio Quartararo Harus Dihentikan di Lap-lap Awal

Admin

GPMandalika
- Aleix Espargaro menganggap penting untuk meredam Fabio Quartararo di lap-lap awal Grand Prix Belanda guna mencegahnya lolos seperti pada dua race sebelumnya. Itu yang akan coba dilakukan rider Aprilia.

Hasil kualifikasi (Q) menjadi kendala bagi Aleix Espargaro. Setelah memimpin latihan bebas ketiga (FP3) dan finis keempat di FP4, ia kesulitan mencatatkan lebih dari waktu lap terbaik kelima di Q2.

Spaniard hanya berada sepersepuluh detik di belakang zona front row. Ini tentu akan memaksa pria 32 tahun itu membuat awalan yang kuat jika tak ingin para rider di depannya lepas dari jangkauan, terutama Francesco Bagnaia dan Fabio Quartararo, yang masing-masing start di pole serta P2.

Dengan ban belakang soft, salah satu pilihan untuk balapan selain kompon hard, Espargaro mampu menunjukkan kecepatan yang sangat baik, khususnya di tahap akhir lomba. Ini penting dalam GP Belanda yang dijadwalkan berlangsung 26 lap.

“Saya melakukan 21 lap dengan ban (soft) dan itu berjalan dengan baik, saya melihat papan waktu 1:32,4 pada akhir run, sangat cepat untuk ukuran di sini, di Assen. Saya pikir saya membuat sembilan lap dalam 1:32,” ujar Espargaro.

“Tahun lalu saat balapan, hanya satu orang, Fabio (Quartararo), juga dengan ban soft, melakukan lap di kisaran itu. Dengan kompon hard, Fabio dan Pecco (Bagnaia) pun sangat cepat di FP4, tetapi dengan ban baru.   

“Saya punya ide mencoba enam lap dengan medium dan enam lap lagi dengan soft. Namun Antonio (Jimenez, kepala mekaniknya) bertanya apakah saya nyaman dengan soft (untuk) menekan hingga akhir. Di lap ketujuh saya melihat ban tidak drop, juga di lap sembilan, dan saya putuskan terus menekan.

“Tahun lalu, Marc Marquez dan Takaaki Nakagami melakukan balapan yang sangat bagus di sini dengan ban soft. Jadi saya bersikeras sebab kompon medium tidak memberikan saya feeling bagus,” tambahnya.

Namun, banyak pembalap yang mengaku setelah kualifikasi di Assen bahwa dalam pemanasan (warm-up), mereka bakal menguji ban hard untuk memastikan pilihan untuk perlombaan, termasuk Espargaro.

“Saya akan mencoba kompon hard juga, tetapi itu harus berjalan sangat baik untuk melakukan banyak lap di kisaran 1:32. Dalam banyak balapan, kami tidak bisa membuat semua lap secara maksimal dengan ban. Tetapi di sini, kami tampaknya mampu, bahwa tak ada masalah konsumsi ban,” tuturnya.    

Apalagi mengingat belakangan ini, Michelin selaku pemasok ban MotoGP menyarankan pembalap untuk mengelola ban di tahap awal, khususnya di Catalunya dan Sachsenring, yang diabaikan oleh Quartararo. Rider Monster Energy Yamaha itu menekan sejak start dan menang dengan gap yang mencolok.

“Begitulah yang terjadi, tetapi itu juga membuktikan betapa besar kepercayaan diri yang dimiliki Fabio pada motornya. Di Barcelona (Catalunya), saya membuat kesalahan, saya menghemat di awal, ternyat ban tidak drop dan saya sudah kalah di lap-lap awal,” Espargaro menjelaskan.

“Sementara di Jerman, ada banyak konsumsi ban dan saya mencapai akhir tanpa traksi. Yamaha tampak memiliki sedikit lebih banyak dari kami di pengujung lomba. Tetapi di sini saya tidak kehilangan ban dan saya pikir saya akan bisa cepat di tahap akhir. Semoga saya bisa meredamnya.”

Kendati akan start dari grid kelima, Aleix Espargaro melihat dirinya ada dalam persaingan untuk podium dengan barisan depan, yang dihuni Bagnaia, Quartararo dan juga Jorge Martin (Pramac Racing-Ducati).

“Sudah lama berlalu sejak saya memiliki feeling yang bagus. Bahkan dalam balapan di mana saya naik podium, seperti Le Mans (GP Prancis) atau Mugello (GP Italia), saya tidak punya itu sebagaimana pada akhir pekan ini. Saya cepat dan konsisten di semua lap,” Espargaro menuturkan.

“Masalahnya adalah Jorge Martin dan Marco Bezzecchi (yang start P4) berada di depan saya. Kami harus mencoba menyalim mereka dengan cepat, tetapi saya pikir saya memiliki kecepatan yang sangat baik.”

Ia masih menempati peringkat kedua dalam klasemen MotoGP 2022, dengan total 138 poin. Espargaro tertinggal 34 angka dari Quartararo di puncak. Sulit untuk tak memikirkan itu saat menghadapi balapan.

“Sangat penting pada tahap sekarang dalam kejuaraan berada di depan Fabio dan memangkas gap poin. Saya benar-benar ingin pergi berlibur dengan (ketertinggalan) kurang dari satu Grand Prix (25 angka).”

Ini sebuah target di mana Pecco Bagnaia bisa menjadi kuncinya. Rider Ducati Lenovo Team itu akan start dari pole dan pasti berusaha mencegah Quartararo lolos seperti di Catalunya dan Sachsenring. Skenario tersebut berpotensi memberikan Espargaro waktu untuk mendekati mereka.

“Kami harus menghentikan Fabio semampunya. Kami tidak bisa lagi membiarkan dia lolos begitu cepat di awal. Jika itu terjadi, maka balapan selesai karena Anda tak dapat mengejarnya,” ucap Espargaro.

“Saya punya kecepatan yang sangat baik di lap-lap akhir, mungkin lebih baik darinya. Namun, begitu Anda sampai di sana, dia sudah 2 detik di depan Anda. Jadi tidak mungkin untuk mengejarnya. Sebab itu, tugas kami adalah menghentikannya pada lap-lap awal,” ia menyimpulkan.  

Komentar