Gagal Podium di Mugello Pengaruhi Mental Enea Bastianini

Admin


GPMandalika - Pembalap Gresini Racing Enea Bastianini mengaku sangat kecewa mengalami kecelakaan di Grand Prix Italia, setelah merasa dapat memperjuangkan podium.

Bastianini kembali gagal menyelesaikan balapan di Sirkuit Mugello sejak berada di kelas MotoGP. Tahun lalu, ia gagal balapan setelah menabrak Johann Zarco (Pramac Racing) akibat gagal mengerem saat akan bersiap di grid setelah lap pemanasan sebelum start.

Kali ini, pembalap asal Italia itu mengalami kecelakaan di Tikungan 1 akibat tersedot motor Aleix Espargaro (Aprilia Racing) akibat memanfaatkan slipstream di trek lurus panjang untuk mencoba mengambil alih posisi.

Sayang, Bastianini tak dapat mengendalikan Ducati Desmosedici GP21 geberannya. Ban depan motor pun terkunci sehingga gagal untuk menikung.

Hal ini sungguh disayangkan mengingat Enea Bastianini memiliki kecepatan yang bagus dan berpeluang memperebutkan podium.

Kecelakaan itu juga membuatnya semakin jauh dari Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) yang ada di puncak klasemen MotoGP 2022 dengan jarak 28 poin.

“Nol poin lebih berat untuk mental saya daripada posisi di klasemen, karena saya tahu saya bisa melakukannya dengan baik,” kata Bastianini.

“Saya yakin sejak awal, saya tahu Pecco memiliki kecepatan yang bagus dan mampu mendahului saya. Jadi, saya tidak berpikir kemenangan ada dalam jangkauan saya, tetapi menurut saya podium bisa didapatkan.

“Saya pikir comeback akan sedikit lebih mudah, tetapi tidak seperti itu karena terutama beberapa lap pertama kami sangat kesulitan dan kami kehilangan banyak waktu dari pembalap terdepan. Kemudian bangkit kembali benar-benar sulit.”

Untuk menyalip rival saat ini sangat sulit di MotoGP karena perangkat fairing aerodinamika yang membuat motor terlalu banyak bergerak jika berada di belakang motor lain. Selain itu, tekanan ban juga akan semakin tinggi yang bisa menyebabkan kegagalan pengereman.

Namun, Enea Bastianini menegaskan bahwa dirinya telah mengendalikan segalanya dengan baik sehingga mampu melaju dengan cepat, sebelum kecelakaan terjadi.

“Balapan itu sangat sulit. Tapi terlepas dari kecelakaan itu, saya senang karena kecepatan saya bagus,” ujar juara dunia Moto2 2020 tersebut.

“Saya kompetitif, saya mencoba memulihkan beberapa posisi karena start yang tidak bagus, motor saya terangkat, tetapi itu terjadi sepanjang akhir pekan. Meski pada akhirnya saya sangat dekat dengan podium.

“Saya mendorong keras dan terjatuh. Tapi begitulah MotoGP, saya punya pengalaman untuk memahaminya sekarang. Di Barcelona kita akan lihat, bagi saya itu adalah trek yang bagus dan saya biasanya cepat. Tapi setiap tahun berbeda.”

Enea Bastianini menunjuk sederet peranti aerodinamika pada fairing Desmosedici GP21 berperan besar dalam penyebab kecelakaan yang membuatnya harus kehilangan poin penting.

“Menurut saya, ban soft adalah pilihan yang tepat karena saya tampil cepat, saya bisa mendorong dengan keras, mengerem dengan baik,” ucapnya.

“Tapi sayangnya di Mugello ketika ada seseorang di depan Anda dengan kecepatan seperti itu tidak pernah mudah, dalam pengereman itu saya berlebihan. Saya mengerem seperti ketika saya tidak memiliki siapa pun di depan, tetapi dengan winglet itu menjadi lebih rumit.”/*

Komentar