Fabio Quartararo Tidak Menyangka Mampu Tembus 5 Besar

Admin


GPMandalika - Dengan merebut finis podium keempat di GP Italia, sang juara dunia masih berada di posisi teratas klasemen Kejuaraan Dunia MotoGP 2022.

Turun di kandang Ducati, Sirkuit Autodromo Internazonale del Mugello, Italia, memang tidak mudah bagi pembalap sekelas juara dunia Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP).

Hal itu sudah ditemui pembalap asal Prancis tersebut di sesi kualifikasi. Dari dua barisan terdepan (enam pembalap teratas kualifikasi), Quartararo hanya mampu start dari grid keenam, alias pembalap paling berlakang di second row.

Kendati begitu, kematangan teknik dan mental membuat El Diablo (julukan Quartararo) mampu langsung melesat dari posisi keenam menjadi P4 seusai lap pertama.

Berikutnya, Quartararo berhasil melewati duet Tim Mooney VR46 Racing, Marco Bezzecchi dan Luca Marini, untuk merebut posisi kedua di belakang Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo).

Posisi kedua tersebut mampu dipertahankan Quartararo sampai garis finis. Bagi El Diablo, itulah finis P2 kedua untuk kali ketiga (sebelumnya di Indonesia dan Spanyol) atau podium keempat dari delapan balapan MotoGP 2022 yang sudah digelar.

Tambahan 20 poin membuat Quartararo makin kokoh di puncak klasemen dengan 122 poin. Ia berhasil memperlebar gap dari empat menjadi delapan poin dari rival terdekat, Aleix Espargaro (Aprilia Racing), yang kembali finis P3 (keempat beruntun).

Sedangkan dengan peringkat ketiga, Enea Bastianini (Gresini Racing MotoGP), keunggulan Quartararo bertambah menjadi 28. Pasalnya, Bastianini tidak mampu finis di GP Italia karena terjatuh.

Seusai balapan, Quartararo menjelaskan dirinya puas dengan hasil balapan. Ia juga senang karena keputusannya tidak memakai peranti aerodinamika baru yang dibawa Yamaha ke Mugello, sudah tepat.

“Ini akhir pekan yang sangat sulit. Sebelum balapan, saya berpikir tidak akan mampu menembus lima besar. Tetapi saya ternyata mampu melakukan start bagus dan situasi di balapan memungkinkan saya untuk merangsek ke depan,” tutur Quartararo.

“Kemarin, kami mencoba motor standar yang dipakai pada awal musim. Ternyata, saya mampu melakukan overtake dengan motor lama tersebut.

“Yamaha membawa fairing baru ke Mugello tetapi pada akhirnya kami memilih yang lama. Dengan sayap yang berkurang dua (pada fairing baru), motor menjadi berubah drastis. Pada Sabtu, saya bahkan tidak percaya diri untuk mencoba ke depan.

“Kini, yang terpenting bagi saya adalah terus berusaha berada di depan. Saat feeling bagus, saya pasti akan mampu melesat cepat,” ujar Fabio Quartararo yang baru mengantongi satu kemenangan (Portugal) pada musim ini./*

Komentar